5 Prinsip Komunikasi dalam Berita Harian untuk Masyarakat

Prinsip Komunikasi dalam Berita HarianDalam berita harian yang baik, tentu diperlukan prinsip komunikasi yang baik pula. Setiap jurnalis harus menerapkan prinsip komunikasi yang ada. Khususnya untuk pemberitaan berbasis online. Biar apa yang disampaikan bisa tercerna dengan baik oleh masyarakat dari berbagai lapisan. Apa saja prinsip yang harus diterapkan?

  1. Memuat Sekumpulan Isyarat

Dalam komunikasi apa pun, tentu Anda memerlukan sekumpulan isyarat. Tujuannya agar bisa mewakili apa yang tengah diberitakan. Khususnya untuk berita yang melibatkan fotografi dan videografi. Pada zaman media pemberitaan berbasis online seperti sekarang, prinsip ini harus ditanamkan betul-betul.

Coba bandingkan antara berita yang tidak disertai dengan gambar dan berita yang disertai dengan gambar. Bagi pembaca mana pun pasti lebih memilih yang ada gambarnya. Sama seperti ketika disuguhi antara film dengan buku. Soalnya secara visual, film lebih mudah diterjemahkan ke dalam otak tanpa berpikir terlalu panjang.

  1. Proses Penyesuaian

Ketika berita disajikan, para pembaca memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan tulisan yang ada. Berita yang baik pasti mudah ditangkap maknanya. Sedangkan berita yang tidak bagus, pasti akan tersaji dengan berbelit-belit. Jauh lebih baik ketika standar pemberitaan mengacu pada seluruh lapisan masyarakat. Bukan segelintir saja.

Hanya saja, biasanya setiap media pemberitaan selalu punya ciri khas. Terutama dalam memuat konten di dalamnya. Ada yang tampil serius, ada yang diiringi dengan kelakar, ada pula yang cenderung lebih ringan. Setiap media punya pembaca wajib sendiri-sendiri. Kalau pesan yang disampaikan oleh penulis berita saja tidak dipahami, apalagi di depan khalayak?

  1. Adanya Transisi Simetris dan Komplementer

Dalam berita harian yang harus di-update tiap menit, maka prinsip ini sangat penting untuk diterapkan. Prinsip ini mengacu pada transaksi antara si pemberi pesan dan penerima pesan yang simetris layaknya cermin. Sedangkan hubungan komplementer lebih menitikberatkan pada perilaku yang berbeda antara si pemberi dan penerima pesan. Bisa dibilang reaksi.

Mulai dari awal hingga akhir, setiap berita harus tersaji dengan kelengkapan isi. Substansi yang dicanangkan harus tersampaikan dengan baik tanpa ada kesan sepotong-sepotong. Sedangkan struktur tulisannya sebisa mungkin menerapkan konsep minimalis. Tapi tidak menghilangkan sisi atraktifnya.

  1. Tidak Bisa Dibatalkan

Salah satu prinsip ini harus dipegang betul-betul dalam pembuatan berita harian nasional. Oleh karena itu, sebelum dipublikasikan, hendaknya dilakukan proofing lebih dulu. Kalau bisa, proses proofing-nya melibatkan banyak pihak. Biar tidak ada yang namanya kekeliruan dalam menyampaikan berita. Terutama yang berkaitan dengan fakta-fakta.

Soalnya kalau sudah bicara fakta, nilai berita harus 100% berasal dari kenyataan. Tidak boleh dibuat-buat. Jangan sampai ada yang salah paham antara pembaca dengan penyampai berita. Begitu ada kesalahpahaman, pesan yang tersampaikan tidak bisa ditarik kembali. Apalagi kalau media tersebut sudah besar dan banyak pengikut di Indonesia.

  1. Tidak Bisa Dihindarkan

 Komunikasi apa pun memang tidak bisa dihindarkan di dunia ini. Jadi ketika ada sebuah peristiwa, tidak semua orang bisa menangkap maknanya. Terutama untuk makna yang tersirat. Paling tidak harus ada perantara. Nah, pada kasus inilah berita yang bersifat harian diadakan. Rata-rata berita yang ditayangkan per hari itu sangat lengkap dari berbagai view.

Kelima prinsip komunikasi di atas akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk Anda yang ingin menjadi jurnalis berita harian. Baik untuk media online maupun media massa. Tapi harap jangan sampai melakukan pantangan seperti merendahkan nilai masyarakat, SARA, dan memuat unsur yang menimbulkan perilaku negatif lainnya.